
Penggunaan
lensa kontak (contact lens) di kalangan remaja lagi beken-bekennya.
Bukan hanya mata minus yang memakainya, tapi juga mata normal.
Kenapa? Karena mata terlihat lebih indah
ketika dipakaikan lensa kontak berwarna unyu-unyu (hijau, biru, merah,
cokelat, abu-abu, ungu, de el el). Tapi beberapa bahaya mengintai ketika
pemakaian lensa kontak (berwarna ataupun bening) mengabaikan kebersihan
dan kesehatan mata. Secara Wonder Teen cinta full sama kamu, di edisi ini kami akan mengupas tuntas lensa kontak. Taking good care your softlens, Guys!
Definisi
Lensa kontak adalah lensa buatan yang digunakan pada mata untuk mengoreksi gangguan penglihatan atau estetika.
Jenis Lensa kontakSoft Lenses (Lensa Kontak Lunak)1.
Daily-wear lenses:
Boleh
dipakai seharian tapi harus selalu dilepas saat malam tiba/sebelum
tidur, lalu keesokan paginya dikenakan lagi. Pemakaian lensa kontak ini
praktis. Kekurangannya adalah kurang awet dibanding jenis lensa kontak
lain.
2. Extended wear-lenses:
Bisa
digunakan sampai 1 minggu, siang dan malam. Setelah 1 minggu, lensa
kontak jenis ini bisa dipakai kembali setelah dibersihkan. Namun
beberapa orang nggak bisa memakai extended wear-lenses. Mata jadi gampang terkena iritasi jika lensa kontak ini nggak rutin dilepas dan dibersihkan. Meski FDA (Food and Drug Administration) telah setuju pemakaian beberapa jenis lensa kontak ini sampai 30 hari pemakaian, banyak dokter ahli mata (ophthalmologists)
merekomendasikan orang-orang untuk hanya memakainya selama 1 minggu.
Dan banyak juga dokter ahli mata yang menganjurkan supaya lensa kontak
dilepas saat si pemakai tidur.
3. Disposable lenses (daily and extended wear):
Lensa
kontak ini didesain untuk dipakai selama beberapa minggu untuk kemudian
dibuang. Banyak pemilik kontak lensa kini memakai disposable lenses.
Lensa kontak jenis ini dikeluarkan ke pasaran karena mengganti lensa
kontak lebih sering akan mengurangi risiko infeksi pada kornea mata.
Tapi kemudian penelitian menunjukkan kalau ternyata pemakai lensa kontak
ini memiliki risiko lebih tinggi terkena keratitis (peradangan yang
menjalar ke kornea mata).
Hard Lenses (Lensa Kontak Kaku)
1. Conventional hard lenses (PMMA):
Lensa
kontak ini dibuat dari plastik kaku (polymethyl methacrylate/PMMA).
Jenis lensa kontak ini nggak menimbulkan distorsi pada mata dan
pemakaiannya tahan lama. Tapi pemakaian conventional hard lenses terasa kurang nyaman karena oksigen yang masuk ke retina berkurang.
2. Rigid gas-permeable (RGP)
lenses: Lensa kontak jenis ini kurang awet, tapi lebih nyaman dipakai
dibandingkan PMMA. Beberapa lensa RGP didesain untuk pemakaian beberapa
hari. Meski begitu, para spesialis mata menganjurkan nggak memakai lensa
kontak ini untuk jangka panjang.
Cara pemakaian lensa kontak:
1.
Bersihkan tangan terlebih dahulu dengan sabun lalu keringkan dengan
handuk. Jauhkan tangan kamu dari benda apapun ketika memegang lensa
kontak.
2. Hindari krim pelembab atau kosmetik mengandung minyak sebelum memegang lensa kontak.
3.
Buka perlahan segel boks lensa kontak. Kalau kamu melakukannya
terburu-buru, cairan dalam kemasan itu akan muncrat keluar dan takutnya
lensa kontak itu akan ikut terlempar ke luar.
4. Cuci lensa kontak itu dengan solution (cairan pembersih lensa kontak).
5. Pegang lensa kontak dengan ujung jarimu. Hindari kontak dengan kuku tangan, apalagi kalau kuku kamu panjang.
6. Perlahan, taruh lensa kontak di mata. Ingat untuk selalu memakainya di mata kanan terlebih dulu.
7. Pakai cara yang sama dengan lensa kontak untuk mata kiri kamu.
8. Tutup kelopak mata dan pijat lembut lensa kontak tersebut sampai pas berada di mata kamu.
9. Segera cuci bersih tangan kamu lagi.
10.
Kalau lensa kontak terlepas dari mata kamu, cepat cuci dengan solution.
Jangan lupa untuk mencuci bersih tanganmu sebelum memakai kembali lensa
kontak.
11. Jika ingin melepas lensa kontak, jangan lupa bersihkan tangan kamu dan cuci kembali lensa kontak lalu masukkan ke wadahnya.
12. Ingat selalu untuk membersihkan wadah lensa kontak dengan merendamnya di air hangat, dan menggantinya sebulan sekali.
Berikut wawancara Wonder Teen dengan opthalmologist dr. Ferdiriva Hamzah, Sp. MTren Lensa Kontak di kalangan remaja
“Saya melihat penggunaan lensa kontak udah makin meluas terutama di
kalangan anak muda. Bahkan saya melihat remaja suka membeli lensa kontak
di mal. Sebetulnya pakai lensa kontak itu nggak bisa sembarangan. Kamu
harus konsultasi ke dokter dulu. Ada 2 hal yang diwaspadai kalo mau pake
lensa kontak, yaitu nggak semua mata cocok dengan lensa kontak dan
pengguna nggak bisa merawat dengan baik.”
Jangka waktu pemakaian lensa kontak
“Lensa kontak itu dipakai maksimal 10-12 jam dan harus dilepas saat
tidur karena akan menghambat oksigen yang masuk ke mata. Akibatnya
kornea dapat bengkak dan terjadi neovaskularisasi pada mata karena mata
kurang oksigen. Pembuluh darah baru akan tumbuh di pinggir kornea. Kalau
sudah sampai ke tengah, itu akan mengganggu penglihatan.”
Penggunaan lensa kontak saat olah raga
“Lensa kontak boleh kok dipakai olah raga, kecuali berenang. Ada
parasit di kolam renang yang akan masuk ke mata lalu menempel di lensa
kontak. Tanpa disadari, parasit itu akan berkembang dan menempel di
mata. Kalau mau pakai lensa kontak saat berenang, kamu harus pakai
kacamata antiair.”
Mata yang nggak cocok pakai lensa kontak
Mata kering (dry-eyes). Kalau dipaksa dipakai terus-terusan, bisa iritasi dan infeksi. Itu bahaya.
Penyakit mata lain seperti gangguan kelopak mata yang nggak dapat tertutup.
Mata alergi dengan cairan pembersih lensa kontak sehingga di balik kelopak mata muncul GPC (giant papilary conjungtivitis).
Pasien penyakit mata akibat lensa kontak
“Saya sering menerima pasien dengan keluhan pada mata. Ada pasien saya
yang korneanya bernanah. Ini akibat pemakaian lensa kontak yang jorok.
Korneanya luka dan ada bakteri yang masuk lalu infeksi. Pasien saya itu
juga sembarangan memakai obat mata tanpa resep dokter. Semua problem itu
harus konsultasi dengan dokter mata. Ini bisa menyebabkan kebutaan.
Kesalahan menggunakan obat yang justru malah menghambat penyembuhan luka
pada kornea. Penanggulangannya cuma dengan operasi transplantasi
kornea.”
Kesalahan yang dilakukan pemakai:
1.
Periksa mata di optik. Optik itu kan cuma bisa mengecek kerabunan atau
silinder. Optik nggak bisa mengecek kondisi dan kesehatan mata. Kita
harus hati-hati.
2. Lensa kontak dibawa tidur. Kesalahan ini paling
sering terjadi. Padahal jika lensa kontak dibawa tidur, oksigenasi ke
mata akan berkurang. Ini akan menyebabkan berbagai komplikasi, seperti
infeksi pada kornea mata.
3. Lupa mencuci lensa kontak. Setelah
dipakai, lensa kontak itu harus dicuci dulu dan ditaruh di tempat yang
bersih. Tentu aja tangan juga harus bersih.
4. Wadah penyimpanannya
nggak diganti. Ada tuh pengguna lensa kontak yang malas mengganti wadah
penyimpanan lensa kontak. Padahal 80-90% kuman berkumpul di wadah itu.
Sebaiknya direndam dulu dengan air hangat. Lalu sebulan sekali wajib
ganti wadah. Itu harus kamu ingat ya.
5. Lensa kontak kadaluarsa tetap dipakai.
Tips Mata Sehat Pakai Lensa Kontak dari dr. Ferdiriva, Sp. M.:Periksakan pada dokter.
Pastikan bahwa dirimu telaten merawat lensa kontak.
Pilihlah bahan lensa kontak yang bisa penetrasi oksigen ke mata.
Jangan dibawa tidur.
Penyakit-penyakit akibat kesalahan memakai lensa kontak:
Peradangan konjungtiva (selaput mata).
Keratitis (peradangan pada kornea mata).
Ulkus (timbul rongga kecil di kornea mata).
Kebutaan karena peradangan menyusup ke dalam bola mata (endoftalmitis).
Tips Perawatan Lensa Kontak:1. Ikuti dengan cermat instruksi pemakaian lensa kontak.
2.
Pakai sistem perawatan lensa kontak yang dianjurkan dokter mata kamu.
Jangan mencampuradukkan berbagai produk, karena belum tentu cocok.
3. Jangan membasahi lensa kontak kamu dengan ludah. Bakteri yang ada di dalam sana bisa menyebabkan infeksi mata.
4. Selalu bersihkan tempat lensa kontak dan keringkan untuk mencegah kontaminasi.
5. Jangan sampai make up bersentuhan dengan lensa kontak. Jadi masukkan lensa kontak kamu sebelum memakai make up.
Lensa Kontak yang bagus untuk mata:
Pilihlah lensa kontak yang dapat dilalui oksigen dengan baik.
Sekarang
sudah tersedia jenis lensa kontak yang terbuat dari silicone hydrogel.
Lensa kontak ini bisa ditembus oleh oksigen sehingga kornea tetap
“bernapas”. Tapi kadar airnya tidak terlalu tinggi seperti lensa kontak
biasa. Jenis ini belum dilengkapi variasi warna.
Ada hard lens yang
mudah ditembus oleh oksigen. Saat awal pemakaian terasa ada yang
mengganjal di mata karena bahannya kaku. Tapi lama-kelamaan mata akan
terbiasa.
Kontak dokterKlinik iCare Lasik and Cataract Center
Wisma Slipi Lantai Dasar
Jl. Letjend S. Parman Kav 12, Jakarta Barat 11480