Senin, 14 Januari 2013

“Kita lebih mungkin mati pada hari ulang tahun kita dibandingkan pada hari lainnya.”


ulang-tahunSebuah penelitian di Swiss yang diterbitkan di jurnal Annals of Epidemiology menyimpulkan bahwa manusia, dengan mempertimbangkan semua penyebab kematian, punya kemungkinan 13,8% mati pada hari kelahirannya dibandingkan pada hari lainnya.
Penelitian ini menguji 2,4 juta data kematian selama lebih 40 tahun. Ternyata risiko mati di hari kelahiran meningkat dengan bertambahnya usia manusia (18% terjadi pada orang berusia di atas 60 tahun). Beberapa kematian di hari kelahiran berkaitan dengan gangguan kesehatan (21,5% karena stroke dan 18,5% karena penyakit jantung). Sedangkan lebih 35% kematian di hari kelahiran disebabkan oleh tindakan bunuh diri dan 28,5% akibat kecelakaan.
sifat-dari-sepatu“Sebagian besar sifat kita terbaca dari sepatu yang kita kenakan.”
Tahu nggak sih kamu, University of Kansas pernah meminta 208 orang sukarelawan untuk mengisi kuisioner mengenai gaya hidup dan perilaku mereka. Selanjutnya para periset memotret sepatu yang paling sering dikenakan para sukarelawan. Foto-foto sepatu itu diperlihatkan kepada sejumlah mahasiswa yang berpartisipasi dalam riset. Mereka lalu diminta untuk menebak ciri-ciri pemakai sepatu (jenis kelamin, usia dan sifat). Ternyata para mahasiswa berhasil menebak dengan jitu sifat para sukarelawan penelitian. Menurut mereka sepatu yang mencolok adalah milik orang berkepribadian ekstrovert; sepatu yang tampak tak nyaman dipakai adalah milik orang yang kalem dan fungsional; sedangkan sepatu praktis milik orang yang ramah.
facebook“Cara kita menggunakan Facebook bisa mengungkap kepribadian kita.”
Lain lagi dengan riset yang dilakukan di University of Missouri. Para peneliti di universitas itu mengembangkan sebuah skala untuk mengukur kepribadian berdasarkan aktivitas di Facebook. Mereka memformulasikan skala itu dengan mensurvei cara sukarelawan menggunakan halaman Facebook masing-masing dan memberikan mereka tes kepribadian. Menurut skala itu, individu yang suka mengambil risiko cenderung melakukan aktivitas yang terbuka, misalnya sering memperbarui status dan mengunggah foto. Sementara orang yang lebih tertutup cenderung melakukan aktivitas familiar dan rutin, seperti membaca news feeds tanpa melakukan interaksi langsung.
ashton-kutchers-laptop“Peningkatan aktivitas online (terkadang) bisa menunjukkan depresi.”
Menurut sebuah penelitian yang termuat di IEEE Xplore: Technology & Society Magazine, depresi sering kali berkaitan dengan perubahan dalam penggunaan Internet. Penelitian ini melibatkan 216 mahasiswa tingkat akhir sebagai sukarelawan. Mereka diberi kuisioner guna mengukur tingkat depresi. Hasilnya kemudian diperbandingkan dengan penggunaan Internet (traffic flow dan bandwidth, bukan isi tulisan). Perbandingan itu menunjukkan bahwa orang yang sedang depresi mengirim lebih banyak email, lebih sering menggunakan Internet, dan lebih kerap berganti-ganti aplikasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar