Senin, 14 Januari 2013

Bau Mulut? No Way


teen.co.id
FAJRI-NURDIANTOBau mulut itu bikin gak pede. Mau sikat gigi berkali-kali, rajin pake obat kumur dan semprotan pewangi mulut, gak bakal mempan kalo kamu gak tau penyebab mulut bau.
Baru aja Teen berbincang-bincang dengan dokter gigi yang praktek di Klinik Umum dan Rumah Bersalin Setia Rumanda Cibubur, dr. Muhammad Akbar Sukarya. Yuk cari tau lebih banyak tentang bau mulut. 
Bau Mulut = Penyakit Jorok
• Karang gigi
Gusi yang sering berdarah bisa jadi karena tumpukan karang gigi. Jika dibiarkan akan menyebabkan bau mulut. Biang baunya itu ada pada karang gigi. Kamu mesti rutin membersihkan karang gigi.
• Gigi berlubang
Jangan sepelekan lubang kecil pada gigi. Kalau kamu jarang kontrol ke dokter gigi, lubang itu akan membesar dan dalam sampai mengenai bagian pulpa, tempat saraf dan pembuluh darah bernaung. Gigi berlubang itu bau karena rapuh. Kuman atau organisme yang mengendap di lubang pada gigi menghasilkan gas yang gak sedap. Salah satu jalan sederhana menanggulangi gigi berlubang adalah ditambal.
• Gigi mati
Gigi mati itu akibat infeksi pada gigi yang tidak terawat. Akibat gigi mati adalah bisul pada gusi. Karena gigi mati, gas yang disebabkan bakteri gak bisa keluar karena ketutupan mahkota gigi atau bisa juga karang gigi. Nah, gas itu akan mencari jalan keluar, sehingga nongol bisul di gusi. Kalau tidak dilakukan perawatan, total infeksi akan menyebabkan penyakit merembet ke hampir seluruh bagian tubuh. Infeksi dan kuman yang ada di pembuluh darah yang dibawa dari gigi akan disaring di ginjal. Efek yang pertama diserang itu adalah kulit yang merah dan gatal. Biasanya itu efek gigi mati. Jadi jangan dianggap remeh ya.
• Penyakit lain
Jangan salah, sakit maag bisa menyebabkan bau mulut, lho, akibat asam lambung meningkat sehingga merembet ke bau mulut. Lalu polip dan sinus bisa juga menyebabkan napas berbau akibat kotoran yang tersumbat di hidung. Semuanya ngefek ke bau mulut.
• Peradangan geraham ketiga mau tumbuh
Jika geraham terakhir akan tumbuh, terjadi peradangan di persendian mulut sehingga susah membuka mulut. Akibatnya gak bisa makan, gak bisa sikat gigi. Dampaknya ya pasti bau mulut. Satu-satunya cara untuk sembuh adalah geraham baru itu harus dicabut.
Solusi Bau Mulut
Seharusnya kita kontrol gigi rutin 6 bulan. Kalau itu sudah dijalani, gak bakal ada yang namanya karang gigi atau gigi berlubang dan penyakit disebabkan gigi dan gusi. Saya juga pernah dapat pasien rujukan dari dokter kulit dan kelamin. Setelah ditelusuri, penyakit kulit yang dialami si pasien disebabkan oleh gigi yang bermasalah. Membina kesadaran akan kesehatan gigi itu masih kurang. Bau mulut itu jorok kan. Kenapa masih dipelihara?
Antisipasi Menghindari Bau Mulut
1. Sedapat mungkin mengunyah makanan seimbang di kedua sisi. Dengan mengunyah makanan bisa mengurangi karang gigi.
2. Sering-sering makan apel, bengkuang dan buah yang berserat karena mampu membuat gigi kesat.
Cara tradisional mencegah bau mulut
Untuk pemakaian jangka panjang, sebenarnya obat kumur itu gak baik. Saya gak pernah menganjurkan orang buat memakai obat kumur. Apalagi gusi berdarah, jangan sekali-kali pakai obat kumur yang mengandung alkohol. Kalo mau berkumur, kamu bisa bikin obat kumur sendiri. Cukup dengan air hangat, garam dan satu daun sirih. Sederhana dan murah meriah kan.
Pemakaian Odol atau Pasta Gigi
Sebenarnya gak ada bedanya antara odol detergen dan nondetergen. Dua-duanya sama-sama memiliki kandungan detergen, cuma kadarnya aja yang berbeda. Jadi sama aja kok. Asal jangan diminum aja odolnya. Yang harus dilihat itu justru kandungan fluoride-nya. Setiap odol ada kandungan flouride. Tapi mesti hati-hati, kelebihan flouride dapat menyebabkan muncul white-spot di gigi. Kayak panu di kulit. Saya pribadi cuma menganjurkan sikat gigi 2 kali sehari.
dr-muhammad-Akbar-SukaryaTips Dokter
• Kontrol ke dokter gigi 6 bulan sekali.
• Makan makanan bergizi dan berserat padat.
• Sikat gigi yang benar.
• Biasakan untuk mengunyah makanan yang bertekstur agak keras seperti ayam, daging, untuk membantu geraham tumbuh maksimal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar